Sabtu, 07 Juni 2014

BOLEKAH BICARA SAAT WUDHU ?

Sebagian fuqaha memakruhkan berbicara ketika wudhu, dasarnya karena hal itu membuat tidak sempurna isbagh (meratakan air) -nya. Demikian alasan para fuqaha yang memakruhkan berbicara ketika wudhu, yaitu karena berbicara ketika itu menyibukkan seseorang dalam ibadahnya dan dapat melalaikannya.

Namun yang rajih adalah tidak mengapa seseorang yang sedang berwudhu itu berbicara, baik saling berkata-kata maupun menanggapi ucapan orang lain.



Adapun saling berkata-kata ketika wudhu, terdapat hadits dalam As Shahih, bahwa Nabi ~Shallallahu'alaihi Wasallam~ sebagaimana dalam hadits 'Aisyah dan Abdullah bin 'Amr dan Abu Hurairah, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "neraka Wail bagi tumit-tumit (yang tidak terbasuh air wudhu)"

Di sini beliau mengajak bicara para sahabat yang sedang wudhu, yaitu sedang mencuci kaki mereka, dan mereka kurang sempurna dalam meratakan air sampai mereka membiarkan sebagian tumit mereka tidak terbasuh, maka Nabi bersabda: "neraka Wail bagi tumit-tumit (yang tidak terbasuh air wudhu)"

Dan perkataan beliau ini didengar dan dipahami oleh para sahabat yang berwudhu, dan berbicara itu hukum asalnya mubah, sedangkan makruh adalah sebuah hukum syar'i, menetapkan suatu hukum syar'i butuh bersandar kepada dalil. Hukum yang tidak didasari dalil maka tidak bisa ditetapkan.

Dan tidak mungkin kita menetapkan hukum tanpa ada sandaran yang jelas semisal hanya berdasar pada akalnya, seleranya atau opininya, namun yang benar kita harus menetapkan hukum dengan dalil syar'i baik dalam mengharamkan, dalam memakruhkan, dalam mewajibkan, dan dalam menyunnahkan wajib mendasari semua itu dengan dalil.

Adapun perkara mubah, secara umum mubah adalah hukum asal. "hukum asal segala sesuatu adalah mubah"

Beberapa dasar dibolehkannya berbicara di saat berwudhu :

Pertama,
Tidak terdapatnya satu dalil shahih pun yang melarang hal itu. Sedang menetapkan makruh atau haramnya sesuatu perlu dengan dalil yang shahih.
Kedua,
Diriwayatkan oleh al-Mughirah bin Syu’bah, ia berkata: Aku pernah bersama Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian beliau berwudhu, lalu aku merunduk untuk melepas sarung kaki (khuf)-nya. Namun, beliau bersabda, ‘Biarkanlah keduanya, karena sesungguhnya aku memasukkan keduanya (kedua kaki) dalam keadaan suci.’ Lalu, beliau mengusap kedua khuf-nya tersebut.
[HR. al-Bukhari 206 dan Muslim 79].

Tampak pada hadits di atas, bahwa sebelum Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap khuff-nya (sebagai ganti dari mencuci kaki) beliau terlebih dahulu berbicara dengan memberikan arahan kepada al-Mughirah bin Syu’bah agar khuff yang beliau kenakan tidak dicopot. Hal ini menunjukkan bahwa berbicara di saat wudhu adalah boleh. Tapi alangkah baiknya ketika kita berwudhu kita dalam keadaan diam dan tidak berbicara. Itu semua untuk memungkinkan kita lebih khusyu’ dalam berwudhu.

Oleh : Syaikh Khalid Al Mushlih hafizhahullah

BOLEHKAH LAKI-LAKI MENANGIS ?



❥ Menangis adalah sebuah reaksi emosi yang wajar. Umumnya, perempuan lebih mudah dan lebih sering menangis daripada laki-laki. Masyarakat umumnya menuntut laki-laki agar kuat dan tegar, salah satu bentuknya adalah dengan tidak menangis. Jika seorang laki-laki kedapatan sedang menangis, cibiran dan cemoohan pun akan tertuju padanya. “Kamu itu laki-laki, jangan nangis seperti perempuan!”
❥ Laki-laki memang harus kuat, tetapi bukan berarti tak boleh menangis. Menangislah ketika mengingat ALLAH.. Menangislah ketika menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat. Menangislah..
❥ Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun? Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut..
❥ Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur'an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita..
❥ Beliau shalat sambil menangis hingga waktu Subuh tiba..
Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut. “Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-MU, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
❥ Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya ALLAH, umatku .. umatku ..”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu.
❥ ALLAH Subhanahu Wata’ala berkata kepada Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”
❥ Jibril pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau. Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada ALLAH..
❥ ALLAH menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama tidak menyekutukan Allah).” (HR. Muslim dan Ath-Thabari)
❥ Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya, kita..
❥ SubhanALLAH..Sungguh besar cinta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pada kita.Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat ALLAH dan Rasul-Nya?
❥ Rindu kami padamu ya Rasul..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد
❥ Semoga Shalawat serta Salam,Senantiasa ALLAH limpah curahkan kepada Junjunan kita,Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam,kepada Keluarganya,Sahabat2nya,dan Kita juga sebagai umat nya semoga Mendapat Syafaat Beliau kelak di Hari Kiamat..
Aamiin Yaa Rabbal'aalaamiin

BENARKAH KUBURAN ADALAH TEMPAT PERISTIRAHATAN TERAKHIR ?

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk (ziyarah) ke dalam kubur” QS AZ-zALAH 1-2
selalu setiap penyelenggaraaan jenazah  muslim, pemandu acara mengatakan “marilah kita sama-sama mengantarkan si fulan / fulanah keperistirahatan terakhirnya..”.
Alangkah ruginya seorang mukmin yang beribadah siang malam, berbuat amal sholeh, sedekah, dan berjihad di jalan Allah kalau hanya terbaring saja jasad dan ruhnya, dan alangkah beruntungnya kafir dan para pendosa semasa hidupnya berbuat makar kalau finishnya hanya dikuburan saja tanpa ada perhitungan..?
Rasullah bersabda ” Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, tiadalah perumpamaanku terhadap dunia melaikan seperti seorang pengendara yang berjalan di hari yang panas, lalu bernaung dibawah pohon sesaat di siang hari yang panas, lalu dia bernaung dibawah pohon sesaat di siang hari, lalu dia melajutkan perjalanan dan meninggalkannya (HR al-Hakim)
jelaslah bagi kita kuburan itu hanya transit saja disitu Rasul mengumpamakan kalau kuburan ibarat berhenti sejenak saja. sejatinya setiap mukmin harus mengimani bahwa masih ada episode perjalanan seorang manusia lebih jauh, lebih lama beribu2 tahun bahkan kekal abadi, masih adalagi alam barzkh, hari kiamat, yaumul hisap dan surga atau neraka.
Umar bin Abdul Aziz berkata ‘ Wahai maimun, aku tidak melihat, melainkan alam kubur itu hanyalah tempat berkunjung, sedangkan berkunjung itu sudah pasti akan kembali kerumahnya”
antara dunia dengan alam kubur, sifatnya sama-sama sementara. bedanya dunia adlah tempat mencari bekal dan beramal. termat singkat, namun menentukan kesudahan mereka adalah kehidupan setelah kematian. Alam barzakh adalah awal akhirnya ke akhirat.
Utsman bin Affan berdiri didepan kubur menangis tersedu-sedu sampai basah jenggotnya dan dia berkata ” saya mendengar Rasulullah bersabda ” Kubur adalah rumah pertama dari rumah-rumah . Sekiranya orang selamat dari siksa kubur, maka setelahnya akan menjadi mudah. jika tidak selamat, maka setelahnya kan terasa berat dan susah”
semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita nikmat alam barzakh, dan nikmat abadi di jannah-NYA.. amin ya Robbil alammin. wallahu alam

AZAB DARI ALLAH BAGI ORANG YANG MENGAKHIRI HIDUPNYA DENGAN BUNUH DIRI


Akhir akhir ini kita sering mendengar orang yang melakukan tindakan bunuh diri karena berbagai kasus yang menjeratnya. Seorang pemuda gantung diri, karena diputus oleh pacarnya. Seorang ibu atau

ayah bunuh diri karena tidak tahan menghadapi tekanan hidup dan tekanan ekonomi. Seorang pengusaha bunuh diri karena bangkrut dan terlibat hutang. Mereka menyangka bahwa dengan menghabisi nyawa mereka, selesailah segala masalah. Kurangnya pengetahuan agama mendorong mereka untuk menyelesaikan masalah yang menjerat mereka dengan bunuh diri.

Kasus bunuh diri tidak hanya dilakukan oleh masyarakat lapisan bawah yang hidup sederhana dan sudah biasa bergelimang kemiskinan, banyak juga masyarakat lapisan atas yang biasa bergelimang harta melakukan hal tersebut. Mereka terlibat hutang dan usahanya terancam bangkrut, untuk mengatasi stress dan rasa tertekan mereka melakukan aksi bunuh diri dengan berbagai cara, terjun dari gedung bertingkat, minum racun atau menembak kepalanya dengan pistol. Bunuh diri adalah jalan pintas yang diambil orang yang sangat minim pengetahuan agamanya, mereka menganggap dunia segala galanya, mereka tidak sanggup menghadapi kegagalan dan berbagai masalah duniawi.

Orang yang yakin akan adanya kehidupan akhirat, dan yakin kepada Allah, tidak akan melakukan tindakan tersebut. Orang yang tidak yakin dengan adanya kehidupan akhirat, dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama memang cenderung untuk melakukan tindakan bunuh diri jika menghadapi masalah yang rumit. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang agama serta rasa putus asa mendorong mereka untuk melakukan tindakan tersebut.

Kebanyakan manusia jika mendapat nikmat dan karunia dari Allah , menjadi sombong dan lupa pada-Nya, cenderung berbuat sewenang wenang,dan mengikuti hawa nafsu., namun jika Allah mengujinya dengan berbagai cobaan ia menjadi putus asa. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Israak ayat 83.

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia: dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (Al Israak 83)

Manusia adalah mahluk abadi, yang tetap ada selamanya. Kematian tidak melenyapkan manusia sebagai individu, ia tetap ada dalam bentuk yang lain. Sejak diciptakan Allah dari setetes air yang yang dipancarkan (sperma), menjadi segumpal darah, segumpal daging, janin, kemudian lahir menjadi bayi yang lemah, tumbuh menjadi anak anak, masa remaja , dewasa, tua dan kemudian menemui ajalnya, manusia terus menerus mengalami perubahan. Namun perubahan itu tidak menjadikan manusia musnah dan lenyap, kita hanya mengalami perubahan bentuk, kita tetap ada, dan akan ada selama lamanya,abadi.

Kematian tidak melenyapkan kita sebagai mahluk, kita hanya berubah bentuk, yang mati dan musnah hanya jasad kita, dan kita tetap hidup di-alam barzakh, untuk selanjutnya kelak akan dibangkitkan kembali oleh Allah di alam yang lain (Padang Mahsyar, dihari berbangkit). Kematian bukan akhir segala galanya, justru kematian adalah awal perjalanan panjang yang tiada akhir. Masih panjang waktu dan masa yang harus kita lalui, mulai dari alam barzakh, saat kebangkitan, saat berkumpul di padang mahsyar, saat berhisab dan ditimbang segala amal, saat menyeberang jembatan diatas lembah neraka, barulah diputuskan kekal di Neraka atau Syurga.

Alangkah ngerinya orang yang berputus asa dari rahmat Allah, kemudian melakukan aksi bunuh diri. Sebenarnya ia tidak mati, ia tetap hidup, yang mati hanya jasadnya, sedang ruhnya tetap hidup dialam barzakh, menghadapi persoalan baru yang lebih sulit dan berat dibandingkan yang ditinggalkannya didunia ini. Dialam barzakh ia akan berhadapan dengan malaikat penjaga kubur, yang akan menimpakan berbagai azab padanya. Itulah azab yang disediakan Allah bagi orang yang kafir dan putus asa dari rahmatNya. Firman Allah dalam surat Al ankabut ayat 23 :

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.(Al Ankabut 23)

Bunuh diri bukanlah tindakan yang menyelesaikan masalah, tapi justru menimbulkan masalah baru yang lebih berat, dan tidak akan pernah bisa diralat dan diperbaiki lagi. Mari kita berlindung kepada Allah dari melakukan tindakan yang tidak terpuji itu. Allah selalu membimbing dan menuntun orang yang ber-iman dan bertawakkal padaNya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka dengan besi yang tergenggam di tangannya itulah dia akan menikam perutnya dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka. Bar...angsiapa membunuh dirinya dengan meminum racun maka dia akan merasai racun itu dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan dan dia akan dikekalkan di dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya. Begitu juga, barangsiapa membunuh dirinya dengan terjun dari puncak gunung, maka dia akan terjun ke dalam Neraka Jahanam secara terus-terusan untuk membunuh dirinya dan dia akan dikekalkan dalam Neraka tersebut untuk selama-lamanya."

(HR. Muslim Kitab : Iman, Bab : Haramnya bunuh diri, dan bahwa barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu No. Hadist : 158)

Amalan yang Menyelamatkan dari Adzab Kubur

Setelah memberitahukan dahsyatnya adzab kubur dan sebab-sebab yang akan menyeret ke dalamnya, baik melalui firman-Nya ataupun melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, dengan rahmat dan keutamaan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan amalan-amalan yang akan menyelamatkan dari adzab kubur tersebut.
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur terbagi menjadi dua:
1. Sebab-sebab secara global
Yaitu dengan menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan ke dalam adzab kubur sebagaimana yang telah disebutkan.
Sebab yang paling bermanfaat adalah seorang hamba duduk beberapa saat sebelum tidur untuk mengevaluasi dirinya: apa yang telah dia lakukan, baik perkara yang merugikan maupun yang menguntungkan pada hari itu. Lalu dia senantiasa memperbarui taubatnya yang nasuha antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dia tidur dalam keadaan bertaubat dan berkemauan keras untuk tidak mengulanginya bila nanti bangun dari tidurnya. Dia lakukan itu setiap malam. Maka, apabila dia mati (ketika tidurnya itu), dia mati di atas taubat. Apabila dia bangun, dia bangun tidur dalam keadaan siap untuk beramal dengan senang hati, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menunda ajalnya hingga dia menghadap Rabbnya dan berhasil mendapatkan segala sesuatu yang terluput. Tidak ada perkara yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada taubat ini. Terlebih lagi bila dia berzikir setelah itu dan melakukan sunnah-sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia hendak tidur sampai benar-benar tertidur. Maka, barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan hidayah taufik untuk melakukan hal itu. Dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Sebab-sebab terperinci
Di antaranya:
- Ribath (berjaga di pos perbatasan wilayah kaum muslimin) siang dan malam.
Dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ
“Setiap orang yang mati akan diakhiri/diputus amalannya, kecuali orang yang mati dalam keadaan ribath di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amalannya akan dikembangkan sampai datang hari kiamat dan akan diselamatkan dari fitnah kubur.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
- Mati syahid
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
“Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala: diampuni dosa-dosanya dari awal tertumpahkan darahnya, akan melihat calon tempat tinggalnya di surga, akan diselamatkan dari adzab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang sangat besar, diberi hiasan dengan hiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan akan diberi kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70 orang kerabatnya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Al-Albani berkata dalam Ahkamul Jana’iz bahwa sanadnya hasan)
- Mati pada malam Jumat atau siang harinya.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Al-Fasawi. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Ahkamul Jana’iz bahwa hadits ini dengan seluruh jalur-jalurnya hasan atau shahih)
- Membaca surat Al-Mulk
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Dia (surat Al-Mulk) adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang akan menyelamatkan pembacanya dari adzab kubur.” (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dengan sedikit perubahan]
- Doa sebagaimana yang telah lalu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari adzab kubur dan memerintahkan umatnya untuk berlindung darinya.
Nikmat Kubur
Setelah mengetahui dan meyakini adanya adzab kubur yang demikian mengerikan dan menakutkan, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, juga mengetahui macam-macamnya, penyebabnya, dan hal-hal yang akan menyelamatkan darinya, maka termasuk kesuksesan yang agung adalah selamat dari berbagai adzab tersebut dan mendapatkan nikmat di dalamnya dengan rahmat-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-Jatsiyah: 30)
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ. مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku takut akan adzab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Rabbku.’ Barangsiapa yang dijauhkan adzab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-An’am: 15-16)
Adapun nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan dalam hadits Al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu yang panjang:
- mendapatkan ampunan dan keridhaan-Nya. Sebagaimana perkataan malakul maut kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut:
أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ، اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ
“Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.”
- dikokohkan hatinya untuk menghadapi dan menjawab fitnah kubur.
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)
- Digelarkan permadani, didandani dengan pakaian dari surga, dibukakan baginya pintu menuju surga, dilapangkan kuburnya, dan di dalamnya ditemani orang yang tampan wajahnya, bagus penampilannya, sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan dalam hadits Al-Bara’ yang panjang:
فَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ. قَالَ: فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ. قَالَ: وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ لَهُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ
“Maka gelarkanlah permadani dari surga, dandanilah ia dengan pakaian dari surga. Bukakanlah baginya sebuah pintu ke surga, maka sampailah kepadanya bau wangi dan keindahannya. Dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang, kemudian datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berkata: ‘Berbahagialah dengan perkara yang menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan.’ Dia pun bertanya: ‘Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah orang yang datang membawa kebaikan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang shalih…” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala meneguhkan hati kita di atas kalimat tauhid hingga akhir hayat kita dan menyelamatkan kita dari berbagai fitnah (ujian) dunia dan fitnah kubur, serta memasukkan kita ke dalam jannah-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

Dikutip dari: www. Asysyariah.com Penulis : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan, Judul : Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat Kubur yang Menyenangkan